(0362) 21248
dinsos@bulelengkab.go.id
Dinas Sosial

Interaktif Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional

Admin dinsos | 14 Maret 2025 | 160 kali

Interaktif Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional

 

#Dinsos_Hadir-GCT

Singaraja, 14 Maret 2025

"Pada kesempatan awal kami jajaran pimpinan Kepala Dinas Sosial se-Kabupaten/Kota Provinsi Bali di undang oleh Bapak Menteri Sosial Republik Indonesia untuk melaksanakan atau menerbitkan sebuah sistem baru yaitu DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) yang menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). DTSEN ini merupakan sebuah basis data tunggal individu dan/atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk Indonesia dan telah dipadankan dengan data kependudukan. Ini digunakan untuk mendukung keterpaduan program pembangunan nasional dan sinergi antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan". Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra,S.Sos,MM dalam acara Obrolan Bersama Narasumber (OBRAS) di Studio II Radio Nuansa Giri FM, jumat (14/03/2025).

Lebih lanjut, Kadis Kariaman yang didampingi bersama Korkab PKH Buleleng juga menyampaikan DTSEN tersebut mencakup luas data bukan hanya data secara individu maupun keluarga."Dibandingkan dengan DTKS, DTSEN ini memiliki memiliki perbedaan yang cukup signifikan data yang dimiliki lebih luas tidak hanya berisi data Individu dan keluarga penerima bantuan sosial, tetapi berupa data populasi individu dan keluarga penduduk Indonesia. selain itu, DTSEN juga memuat profil ekonomi secara lebih lengkap dan memiliki pemeringkatan (desil)",jelasnya.

Obras yang dipandu host meta, Kadis Sosial Kariaman juga mengatakan selain sebagai pedoman penyaluran bantuan sosial, DTSEN digunakan sebagai sumber data tunggal penyasaran program pembangunan yang dapat diakses oleh beberapa kementerian, bukan hanya Kemensos.

"DTSEN saat ini sudah mencapai tahap survei ground checking yang telah mulai dilaksanakan oleh Kemensos bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan sudah mulai diterapkan di daerah-daerah, untuk di Kabupaten Buleleng sensiri kami bersama SDM Pendamping PKH telah melaksanakan hal tersebut sejak" imbuh Kariaman.

Disisi lain Korkab Wetan juga menyampaikan terkait kolaborasi yang antara Mensos RI dengan BPS, ia menjelaskan BPS disini berperan dalam memandu jalannya ground-check dengan memperkuat variable-variable yang perlu didata pada prosesnya nanti. Data hasil dari Ground-check ini akan menjadi pedoman bagi kemensos dalam penyaluran bansos. Sehingga harapannya dengan adanya DTSEN ini diharapkan akurasi penyaluran bansos meningkat, sehingga tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran.

Pada closing statement yang disampaikan Kariaman bahwasanya tujuan dengan implementasi DTSEN yang akurat dan optimalisasi bisnis proses yang lebih efektif, pemerintah optimistis bahwa kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan dan mengentaskan secara rill kemiskinan ekstrem termasuk didalamnya ada pemerlu atensi sosial.

#Dinsos_Hadir-GCT