(0362) 21248
dinsos@bulelengkab.go.id
Dinas Sosial

EDUKASI TANGGAP BENCANA GUNUNG MELETUS

Admin dinsos | 02 Januari 2019 | 8475 kali

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali gunung berapi. Tercatat, pada tahun 2012, Indonesia memiliki sekitar 127 gunung berapi aktif dengan 5 juta penduduk berdiam di sekitarnya. Dapat dijelaskan bahwa gunung adalah salah satu tonjolan yang ada di permukaan bumi. Di dalam tonjolan gunung terdapat saluran lurus berbentuk vertikal semacam pipa alami. Pipa ini menghubungkan antara perut bumi dengan permukaan Bumi atau kerak bumi. Perut bumi berisi bermacam- macam cairan panas, seperti bataun cair dan juga magma. Suatu saat magma dan material yang ada di perut bumi akan mengalami kejenuhan. Atau diakibatkan oleh getaran bumi (gempa bumi tektonik), magma yang ada di dalam perut bumi ini akan keluar ke permukaan bumi (baca: bentuk permukaan bumi) secara berkala. Magma ini keluar ke permukaan bumi melalui pipa alami yang menjulang tinggi di dalam gunung. Ketika magma keluar melalui pipa alami tersebut, maka inilah yang dinamakan gunung meletus. Sehingga seolah-olah gunung meletus mengeluarkan berbagai material dari dalam bumi (https: ilmugeografi.com/bencana-alam/gunung-meletus)

            Gunung meletus  merupakan salah satu bencana alam yang dapat memberikan dampak yang  besar berupa kerusakan fisik dan kematian manusia. Namun, pada kenyataannya, meskipun masyarakat yang tinggal di sekitar gunung mengetahui bahwa bencana gunung meletus dapat terjadi sewaktu-waktu, mereka betah hidup di sekitar lereng gunung, mengingat tanah disekitar gunung amat subur, dan lingkungan nya menyejukkan. Untuk itu, masyarakat harus tanggap dan belajar mengenai apa yang menjadi penyebab gunung meletus, bagaimana tanda-tandanya, dan apa yang harus dilakukan ketika bencana gunung meletus terjadi, agar ketika bencana terjadi dapat mengurangi korban yang berjatuhan.

            Beberapa yang menjadi penyebab gunung meletus adalah :

1.      Peningkatan gempa vulkanik

           Frekuensi gempa meningkat dimana dalam waktu sehari dapat terjadi puluhan gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf, juga terjadi peningkatan aktivitas seismic dan kejadian vulkanis lainnya yang disebabkan oleh pergerakan magma. Kejadian ini dapat meningkatkan status gunung menjadi level waspada.

2.      Suhu kawah meningkat secara signifikan

Magma naik dan mencapai lapisan kawah paling atas, kenaikan magma disebabkan karena pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung yang membuat magma naik ke atas, sehingga suhu di sekitar kawah meningkat. Hewan gelisah kemudian turun gunung dan air tanah di sekitar gunung menjadi kering.

3.      Terjadinya deformasi badan gunung

Disebabkan karena meningkatnya gelombang magnet dan listrik sehingga menyebabkan perubahan struktur batuan gunung

4.      Lempeng-lempeng bumi yang saling berdesakan

Lempeng yang berdesakan menyebabkan   tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik dan meningkatkan aktivitas geologi gunung, serta menyebabkan perubahan struktur dalam gunung berapi

5.      Akibat tekanan yang sangat tinggi

Cairan magma yang naik ke atas dan masuk ke saluran kawah apabila terdapat sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal dengan letusan gunung berapi, dimana tekanan semakin tinggi akan menyebabkan ledakan semakin keras.

Selanjutnya, dapat kita pelajari tanda-tanda gunung berapi akan meletus :

1.      Suhu di sekitar gunung meningkat

Suhu panas yang terjadi akibat aktivitas magma yang berkumpul di dekat permukaan bumi merambat mempengaruhi lapisan tanah yang ada di seluruh badan gunung

2.      Mata air mengering

Karena suhu yang sangat panas dapat mengeringkan sumber mata air

3.      Tumbuhan sekitar gunung layu

Karena suhu yang panas, maka banyak tumbuhan layu, lebih parah dari musim kemarau. Tumbuhan yang layu adalah tumbuhan yang berada tepat di atas aliran magma sebelum naik ke atas.

4.      Hewan liar turun gunung

Hewan turun gunung karena merasa tidak nyaman dengan peningkatan suhu yang terjadi di dekat puncak gunung tempat habitat asli mereka.

5.      Sering terdengar suara gemuruh

Gemuruh disebabkan peningkatan aktivitas magma diperut gunung  yang disertai dengan keluarnya gas dan debu vulkanik.

Bagaimana apabila bencana gunung meletus terjadi ? Apa yang harus kita lakukan apabila bencana terjadi, agar nyawa kita tidak melayang :

1.      Ikuti intruksi dari pemerintah daerah setempat. Jika disarankan mengungsi, segeralah mengungsi.

2.      Jangan panik! Kepanikan hanya akan membuahkan masalah baru.

3.      Hindari daerah gunung berapi yang lebih rendah dan jauhi lembah-lembah, daerah yanglebih rendah rawan dilalui lava.

4.      Evakuasi ke daerah yang melawan arah angin, jika memungkinkan hindari daerah yang arah anginnya searah dengan arah letusan gunung berapi.

5.      Waspada akan aliran lumpur yang bisa bergerak sangat cepat. Antisipasinya, bergeraklah ke arah yang berbeda atau ke tempat yang lebih tinggi dengan segera.

6.      Kenakan pakaian lengkap dan tertutup seperti baju, jaket, celana panjang, topi untuk melindungi tubuh.

7.      Helm atau pelindung kepala dan kacamata juga diperlukan untuk menghindari hujan pasir dan kerikil atau bahkan batu.

8.      Siapkan peralatan darurat bencana seperti senter dan baterai ekstra, kotak P3K, makanan darurat dan air, masker (pilihlah masker jenis N95 karena mampu menghalangi 95 persen partikel yang masuk ke saluran pernapasan), kantung tidur, pakaian hangat dan radio (radio dengan baterai lebih disarankan karena dapat digunakan untuk memantau informasi. Siapkan di dalam 1 kantung atau tas sehingga memudahkan membawa jika sewaktu-waktu bencana gunung meletus terjadi

9.      Jika terjadi bunyi sirine sebagai tanda peringatan, bergegaslah menuju titik kumpul sambil membawa perlengkapan darurat yang sudah disarankan dan ikuti petunjuk petugas ketika melakukan evakuasi. Sangat berbahaya jika hanya  menunggu di rumah dan menunggu letusan, karena sewaktu-waktu gunung berapi dapat memuntahkan gas panas, abu, lahar dan batu yang sangat merusak

 

Apa yang dapat dilakukan setelah bencana gunung meletus usai dan situasi dinyatakan sudah aman :

1.      Jauhi wilayah yang terkena hujan abu karena abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang bisa merusak paru-paru.

2.      Jika situasi dirasa sudah aman, bersihkan atap rumah dari timbunan abu karena timbunan abu yang menumpuk pada atap bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.

3.      Jangan menyalakan AC atau membuka ventilasi rumah sebelum abu vulkanik benar-benar dibersihkan.

4.      Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin kendaraan seperti rem, persneling, hingga knalpot. (Early Febriana/PS Muda)

    

SUMBER :

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gunung_berapi_di_Indonesia diunduh pada tanggal 9 Agustus 2018 pukul 14.15 wib

https://ilmugeografi.com/bencana-alam/gunung-meletus  diunduh pada tanggal 9 Agustus 2018 pukul 14.40 wib

https://www.scribd.com/doc/47658261/Penyebab-Gunung-Berapi-meletus

http://www.jagad.id diunduh tanggal 10 Agustus  2018 pukul 09.51 wib

http:/www.sapawarga.com diunduh pada tanggal 10 Agustus 2018 pukul 09.49  wib

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/antisipasi-gunung-berapi-meletus diunduh tanggal 10 Agustus 2018 pukul 10.23 wib