(0362) 21248 dinsos@bulelengkab.go.id
Dinas Sosial
BIOGRAFI IDA AYU NYOMAN RAI SRIMBEN IBUNDA Ir.SOEKARNO
Admin dinsos | 21 Juni 2021 | Dibaca 68 kali

BIOGRAFI IDA AYU NYOMAN RAI SRIMBEN IBUNDA Ir.SOEKARNO

 

#DINSOS_HADIR

 

Singaraja 14 juni 2021

Kadis Sosial Kab. Buleleng I Putu Kariaman Putra, S. Sos, MM di Wakili oleh Ida Ayu Ketut Suryatini Kasi Kepahlawanan ,Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Mencari Informasi langsung terkait Biografi Ida Ayu Nyoman Rai Srimben di kediaman Keluarga di Bale Agung Kel. Paket Agung Buleleng.

 

Dinsos Buleleng mendatangi langsung pihak keluarga dari Ida Ayu Nyoman Rai Srimben  terkait infomasi perjalanan hidup beliau dan mencari kebenaran dari biografi Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.

 

BIOGRAFI Singkat Ida Ayu Nyoman Rai Srimben Lahir pada tahun 1881 Kewarganegaraan  Indonesia lebih di kenal sebagai ibu dari Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno. Nama Ida Ayu diberikan sebagai gelar oleh Bung Karno sendiri karena beliau sudah melahirkannya dan membesarkannya.

 

Ida Nyoman Rai tinggal dan tumbuh dewasa di suatu daerah yang lebih di kenal sebagai Banjar Bale Agung. Lokasinya dekat dengan Pura Bale Agung, disebut juga Pura Desa Buleleng. ia di lahirkan dengan nama asli Nyoman Rai dari pasangan Nyoman Pasek (ayah) dan Ni Made Liran (ibu).

 

Beliau melahirkan Soekarno pada usia ke-20 di tahun 1901, maka bisa  diperkirakan ia lahir pada 1881.

 

Nama Sehari-harinya adalah Rai Srimben berasal dari kata "sri" yang berarti kebahagiaan dan "mben" yang bermakna rimbun. Srimben bisa berarti limpahan rezeki yang membawa kebahagiaan.

 

Pertemuannya dengan Soekemi ayah dari Ir. Soekarno berawal ketika guru muda yang penuh wibawa itu menyambangi rumahnya. Soekemi  rupanya kerap mencuri - curi pandang terhadap Nyoman  Rai saat dia sedang berjalan menuju pura atau sedang melakukan kegiatan menari dari situlah cintanya mulai tumbuh.

 

keduanya pun akhirnya resmi menikah pada 15 Juni 1887. Putri pertama mereka, Raden Soekarmini (juga di kenal sebagai Bu Wardoyo), lahir pada 29 Maret 1898 mereka kemudian pindah ke Surabaya.

 

Dinsos Buleleng berharap nantinya masyarakat generasi muda Buleleng bisa menanamkan nilai- nilai Kepahlawanan dan menghargai Jasa-jasa para Pahlawannya.

 

#Dinsos Hadir

Share Berita Ini :